RNCelebes.web.id, Makassar - Menjelang peringatan 1 Desember, kerap dikaitkan dengan Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat. Ketua asrama mahasiswa Papua Kamasan Makassar, Anton Jikua kembali menegaskan, bahwa momentum tersebut sering dimanfaatkan oleh kelompok Pro OPM untuk mendorong agenda politik kemerdekaan di kalangan mahasiswa.
Anton menyebutkan, bahwa hampir setiap tahun terdapat pihak-pihak tertentu yang mencoba menyusupi kegiatan mahasiswa Papua dengan narasi perjuangan Papua Merdeka. Padahal menurutnya sebagian besar mahasiswa Papua di Makassar ingin memperingati momen tersebut secara damai, terarah dan tanpa kepentingan politik. "Kami ingin mengenang momen tersebut dengan gembira dan tenang bukan dijadikan ruang untuk menyimpan agenda kemerdekaan" ujar Anton, Minggu 28/11/2025
Menurutnya setiap upaya mobilisasi massa di momen 1 Desember yang berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memprovokasi situasi dan kondisi. "Kami ingin meminta semua mahasiswa Papua agar tidak terlibat dalam aksi apapun pada satu Desember dan fokus kita adalah pendidikan bukan agenda pihak luar yang ingin menunggangi situasi", kata Andreas, Jumat 28/11/2025.
Anton menekankan, bahwa pihaknya akan terus mengawal, agar mahasiswa Papua tetap berada pada aktivitas yang positif dan tidak mudah dipengaruhi agitasi politik yang dapat merugikan diri sendiri maupun komunitas.
Dengan seruan ini kedua tokoh mahasiswa berharap suasana kota Makassar tetap kondusif dan aman serta mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan akademik
( Tim Red )
Anton menyebutkan, bahwa hampir setiap tahun terdapat pihak-pihak tertentu yang mencoba menyusupi kegiatan mahasiswa Papua dengan narasi perjuangan Papua Merdeka. Padahal menurutnya sebagian besar mahasiswa Papua di Makassar ingin memperingati momen tersebut secara damai, terarah dan tanpa kepentingan politik. "Kami ingin mengenang momen tersebut dengan gembira dan tenang bukan dijadikan ruang untuk menyimpan agenda kemerdekaan" ujar Anton, Minggu 28/11/2025
Menurutnya setiap upaya mobilisasi massa di momen 1 Desember yang berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memprovokasi situasi dan kondisi. "Kami ingin meminta semua mahasiswa Papua agar tidak terlibat dalam aksi apapun pada satu Desember dan fokus kita adalah pendidikan bukan agenda pihak luar yang ingin menunggangi situasi", kata Andreas, Jumat 28/11/2025.
Anton menekankan, bahwa pihaknya akan terus mengawal, agar mahasiswa Papua tetap berada pada aktivitas yang positif dan tidak mudah dipengaruhi agitasi politik yang dapat merugikan diri sendiri maupun komunitas.
Dengan seruan ini kedua tokoh mahasiswa berharap suasana kota Makassar tetap kondusif dan aman serta mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan akademik
( Tim Red )

.jpg)
.jpg)





