APH Tidak Tutup Mata, Sekelompok Remaja Konvoi Ugal-ugalan Berbagi Takjil, Menuai Sorotan Publik


RNCelebes.web.id, Makassar - Konvoi sekelompok remaja bermotor aksi ugal-ugalan menjelang saat berbuka puasa di sejumlah ruas jalan di Kota Makassar, APH tidak tutup mata, menuai sorotan publik.

Pasalnya, aktivitas sekelompok remaja tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketertiban lalu lintas dan kenyamanan masyarakat selama bulan suci ramadan.

Aksi ini terpantau terjadi, baik sebelum dan memasuki bulan suci ramadan, sekelompok pengendara bermotor melakukan aksi di sejumlah ruas jalan di Kota Makassar.

Sekelompok pengendara bermotor menggunakan knalpot racing (Brong) beraksi ugal-ugalan, khususnya di setiap malam Minggu. Demikian hal ini bagi Aparat Penegak Hukum (Kepolisian) untuk tidak tutup mata terhadap aksi konvoi ugal-ugalan di jalan raya yang berpotensi adanya korban dan meresahkan warga lainnya.

Hal ini membuat Zulkifli, ST., MM,  selaku Ketua Umum Brigade Muslim Indonesia (BMI), sangat mengecam aksi konvoi ugal-ugalan, khususnya di bulan suci ramadan. Aksi konvoi saat jelang berbuka puasa belakangan ini sudah menjadi tradisi di sejumlah titik ruas jalan di Kota Makassar.

Menurutnya aksi konvoi yang berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas dan meresahkan masyarakat. "Sebagai masyarakat yang peduli, mohon agar melakukan upaya tindak tegas terukur bagi pelaku atau pengendara motor yang melakukan konvoi ugal-ugalan", harap Zoul yang panggilan akrabnya.

Zulkifli, ST., MM,  Ketua Umum Brigade Muslim Indonesia (BMI) Kota Makassar

Konvoi kendaraan bermotor yang ugal-ugalan menggunakan knalpot racing (Brong) dapat memekikkan telinga, meresahkan warga dan mengganggu ketertiban lalu lintas. "Pengendara yang menggunakan knalpot racing (Brong) dapat diberikan sanksi bagi pelaku atau pengendara yang memakai knalpot brong, menahan jika kedapatan membawa senjata tajam dengan menerapkan pasal Undang-Undang darurat,” tegas Zulkifli.

Dirinya juga menilai, jika tidak diantisipasi sejak dini, aktivitas tersebut dikhawatirkan berkembang menjadi kegiatan yang dapat membahayakan pengguna jalan lain, seperti balap liar atau penggunaan knalpot bising yang mengganggu masyarakat. "Jangan sampai kegiatan seperti ini berkembang menjadi hal yang meresahkan masyarakat atau bahkan menimbulkan potensi kecelakaan di jalan,” katanya.

Zulkifli berharap Aparat Penegak Hukum (APH) kepolisian, tidak tutup mata dapat melakukan langkah pencegahan, baik melalui patroli rutin maupun pendekatan persuasif kepada pengendara. "Berharap ada langkah antisipasi dari Polrestabes Makassar, baik melalui pengawasan maupun pembinaan kepada para pemuda agar suasana Ramadan tetap aman dan kondusif,” harapnya.

Dirinya menambahkan mengajak para pengendara motor yang melakukan konvoi untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan kegiatan yang lebih positif, seperti kegiatan sosial, berbagi takjil atau aktivitas keagamaan. "Di bulan ramadan, seharusnya menjadi momentum memperbanyak kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” harap Zoel dengan tegasnya.

( Rahmat )
Lebih baru Lebih lama

Ads

Magspot Blogger Template

 



 


 

 


 


Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال