RNCelebes.web.id, Makassar - Dalam rangka mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) telah menyusun strategi pengamanan komprehensif melalui Operasi Terpusat Ketupat 2026.
Kegiatan tersebut digelar saat Latihan Pra Operasi Ketupat 2016 yang dilaksanakan di Mapolda Sulsel, Jumat 6/3/2026.
Operasi ini direncanakan berlangsung selama 13 hari, tepatnya mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026, dengan fokus utama pada pengamanan arus mudik dan balik, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, serta objek wisata.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel,.AKBP Dr. Amin Toha, SH, MH mewakili Dirlantas, Kombes Pol. Dr. Pria Budi, MH dalam paparannya di depan para kasatlantas dan Kabag OPS jajaran polres, pendekatan ini bertujuan menjamin kamseltibcarlantas keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas sebagai manifestasi komitmen institusional terhadap stabilitas sosial di wilayah Sulawesi Selatan. “Kesiapan personel menjadi pondasi utama operasi tersebut,” ucap Amin Toha.
Diketahui, Polda Sulsel mengerahkan sebanyak 5.268 personel gabungan. Komposisi ini mencakup 2.583 personel Polri, 546 personel TNI, serta 2.139 personel dari instansi terkait lainnya, yang ditempatkan secara strategis di 108 pos pengamanan.
Pembagian pos pengamanan terdiri atas 61 pos pengamanan murni, 22 pos pelayanan, dan 25 pos terpadu di titik-titik krusial, mencerminkan paradigma pengamanan terintegrasi yang berbasis pada analisis risiko spasial dan temporal.
Untuk kesiapan rekayasa Lalu lintas, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel memaparkan, akan dilakukan pengalihan arus dengan tindakan one way atau contra flow pada saat terdapat kegiatan yang mengakibatkan peningkatan volume kepadatan arus yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas pada arus mudik atau balik lebaran 2026.
”Sebagai bentuk layanan humanis petugas diharapkan melakukan imbauan untuk mencegah perilaku para pengguna jalan yang mengganggu atau menghambat kelancaran arus lalu lintas maupun yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan,” terangnya.
Selain itu juga disiapkan, rekayasa lalu lintas dan pengaturan lalu lintas pada lokasi rawan kemacetan oleh Tim urai macet dengan berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat terkait kamseltibcarlantas di sekitar objek vital pengamanan seperti tempat ibadah, pelabuhan, objek wisata, lokasi perayaan hari raya Idul Fitri, sepanjang jalan tol serta pada titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
Jika ada kejadian lakalantas, Amin Toha memaparkan, melaksanakan olah TKP Laka lantas menonjol saat pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dengan menganalisis kejadian Laka Lantas yang terjadi dengan memanfaatkan teknologi analisa kecelakaan lalu lintas.
Dalam memberikan bantuan teknis, pengkajian hasil penyidikan dan penanganan pasca terjadinya kecelakaan lalu lintas menonjol saat penggelaran Operasi Ketupat Pallawa 2026. "Anggota yang bertugas juga akan melakukan patroli mobile skala besar di lokasi rawan kemacetan, kerumunan, dan tindak kriminalitas (Curat, Curas, Curanmor),” tambahnya.
Petugas juga akan melakukan pencegahan kerumunan dengan melakukan penyekatan di berbagai akses menuju pusat perayaan atau area yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa berlebihan di malam hari guna mengantisipasi balap liar.
Untuk penegakan hukum terbatas (Tilang Elektronik), mantan Kasatlantas Polrestabes Makassar menuturkan, meskipun fokusnya pada kelancaran arus, penegakan hukum tetap berjalan. "Atas perintah Kapolri melalui Kakorlantas Polri untuk tidak memberlakukan tilang manual selama Bulan suci Ramadhan, melainkan mengandalkan tilang elektronik (ETLE),” tegas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel.
Adapun hasil yang kaan dicapai.dari pelaksanaan operasi serentak skala nasional ini adalah meningkatnya Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri dengan:
* Berkurangnya Angka Kecelakaan & Pelanggaran Lalu Lintas;
* Terciptanya Situasi Kamtibmas & Kamseltibcarlantas Yang Aman, Nyaman & Kondusif;
* Umat Islam Dapat Melaksanakan Ibadah Dengan Aman, Nyaman & Kondusif.
* Masyarakat Dapat Berwisata Dengan Aman, Nyaman & Kondusif;
* Masyarakat Dapat Melaksanakan Mudik/Balik Dengan Lancar & Aman;
* Masyarakat Dapat Melaksanakan Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H Dengan Aman, Nyaman & Kondusif;
* Distribusi Logistik BBM Berjalan Dengan Aman, Lancar Dan Kondusif;
* Semua Pers Yang Tergelar Selamat Dan Tidak Ada Yang Melakukan Pelanggaran Serta Tindakan Kontra Produktif.
( Rahmat/Red )

.jpg)






