RNCelebes.web.id, Makassar - Direktur Pusat Kajian dan Advokasi Anti Korupsi (PUKAT) Sulsel, Farid Mamma, mendukung penuh kebijakan tegas Polrestabes Makassar menginstruksikan tindakan tembak di tempat terhadap pelaku geng motor yang membahayakan masyarakat maupun petugas di lapangan.
Menurut Farid, langkah yang diambil Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, merupakan respons yang tepat di tengah meningkatnya aksi brutal geng motor yang meresahkan warga Kota Makassar dalam beberapa waktu terakhir.“Langkah Kapolrestabes untuk menindak tegas ini perlu kita apresiasi bersama,” ujar Farid saat ditemui di Kawasan Cendrawasih Makassar, Jumat sore 15/5/2026.
Dirinya menilai tindakan represif tersebut memiliki dasar hukum yang jelas karena menyangkut nyawa masyarakat dan melindungi keselamatan masyarakat. Kata dia, TNI-Polri, dan pemerintah setempat wajib hadir untuk mencegah jatuhnya korban akibat aksi brutal dan kekerasan dengan menggunakan senjata tajam yang dilakukan kelompok geng motor. "Ini sudah menyangkut keselamatan jiwa orang banyak. Keberadaan geng motor brutal ini tidak boleh diberi ruang, dan polisi harus bertindak tanpa ragu demi melindungi warga dan memberikan pasal berlapis terhadap para pelaku geng motor tersebut,” katanya.
Instruksi tegas itu muncul setelah rentetan aksi kriminal jalanan yang terjadi di Makassar sepanjang April hingga awal Mei 2026. Salah satu kasus yang memicu perhatian publik ialah pembacokan terhadap seorang anak berinisial H (13) di Jalan Abu Bakar Lambogo, Kecamatan Makassar, Minggu (10/5/2026) lalu sekitar pukul 02.00 WITA.
Korban yang saat itu berkumpul bersama rekannya diduga diserang secara acak oleh sekelompok pelaku bermotor menggunakan parang. Akibatnya, korban mengalami luka terbuka di bagian punggung dan sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Daya.
Tim Resmob Polrestabes Makassar kemudian bergerak cepat dan menangkap lima orang terduga pelaku di sejumlah lokasi berbeda, termasuk di wilayah Kabupaten Gowa. Dari hasil penyelidikan sementara, aksi penyerangan dipicu persoalan dendam antar kelompok. Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, Polrestabes Makassar kini memperketat patroli malam melalui operasi cipta kondisi berskala besar. Patroli dilakukan mulai pukul 22.00 WITA hingga menjelang pagi pukul 05.30 WITA.
Pengamanan tidak hanya difokuskan di jalan protokol Kota Makassar, tetapi juga diperluas hingga kawasan perbatasan seperti Kabupaten Gowa, Maros, dan Takalar yang kerap menjadi jalur pelarian pelaku.
Selain personel kepolisian, aparat TNI melalui Babinsa serta Bhabinkamtibmas juga dilibatkan menyisir kawasan permukiman dan gang-gang kecil. Petugas turut menggandeng ketua RT dan RW untuk membubarkan kelompok remaja yang masih berkumpul hingga larut malam.
Selain dari pihak TNI-Polri dan RT/RW, Farid Mamma juga meminta pelibatan Jaksa, Pengacara, dan awak media. “Jaksa hadir untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap kelompok geng motor tersebut, dengan harapan dapat menimbulkan efek jera.”
Di sisi lain, Arya Perdana mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mencegah keterlibatan anak di bawah umur dalam aksi kriminal jalanan. Ia meminta para orang tua lebih ketat mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari. “Saya mengimbau, tolong disampaikan kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Makassar, jangan biarkan anak-anak kita usia 12 tahun, 13 tahun, 14 tahun, 15 tahun, untuk keluar malam,” ujar Arya.
Dirinya menegaskan, tidak ada alasan bagi anak usia sekolah berada di luar rumah hingga dini hari karena seharusnya fokus pada pendidikan dan masa depan mereka. “Razia tersebut juga dilakukan guna menyasar peredaran minuman keras dan narkoba yang dinilai kerap menjadi pemicu aksi kekerasan jalanan,” pungkas Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana.
( Tim Red )







