DPK KEPMI Bone Mendukung Penuh Pengusulan La Pawawoi Karaeng Sigeri Raja Bone Ke - XXXI Sebagai Pahlawan Nasional


RNCelebes.web.id, Bone - Sebagai bentuk dukungan penuh DPK KEPMI Bone atas pelaksanaan seminar pengusulan pahlawan nasional La Pawawoi Karaeng Sigeri Raja Bone ke - XXXI, Wakil Bupati (Wabup) Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., hadir dan memimpin langsung kegiatan tersebut di Gedung PKK Kabupaten Bone, Selasa, 7/4/2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan para narasumber, diantaranya Prof. Dr. Bahri, M.Pd (Guru Besar UNM sekaligus Dewan Penasehat DPK KEPMI Bone La Pawawoi UNM), Prof. Dr. Andi Ima Kusuma, M.Pd (Ketua TP2GD Provinsi Sulawesi Selatan) serta perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.

Dikesempatan tersebut turut hadir OPD Kabupaten Bone, budayawan dan MGMP serta Perwakilan Keluarga Besar Puatta La Pawawoi Karaeng Sigeri Raja Bone Ke-XXXI.
Hal ini merupakan momentum kita sebagai Mahasiswa Kabupaten Bone untuk melihat dan meneladani sifat patriotisme, integritas dan keberanian untuk menegakkan "Siri na Pesse".
Dan demi kedaulatan tanah air, perjuangan La Pawawoi Karaeng Sigeri dalam perlawanan melawan kolonialisme Belanda pada tanggal 18 November Tahun 1905 Pristiwa Rumpa’na Bone yang tertuang dalam buku Sakke’ Rupa Sejarah dan Budaya Bone.

Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan gigih melawan kolonialisme, pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh mahasiswa. Demikian juga akademisi secara resmi mengajukan pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Raja Bone ke-31, La Pawawoi Karaeng Sigeri. Langkah ini diambil untuk mengabadikan nilai-nilai keberanian dan integritas yang ditunjukkan oleh beliau dalam mempertahankan kedaulatan tanah air.

La Pawawoi Karaeng Sigeri yang lahir pada tahun 1835, dan merupakan putra Raja Bone yang ke-29 yang memiliki visa kedaulatan. Dan menggantikan Kakaknya ( We Benrigau, wafat pada 17 Februari 1895 ) menjadi Mangkau (Raja) dan dilantik pada 1 Agustus 1895 Di Bone.Selama masa kepemimpinannya, beliau dikenal sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat sebelum akhirnya terjun ke medan laga untuk melawan agresi militer Belanda yang mencoba menguasai jalur perdagangan di Sulawesi Selatan.

La Pawawoi Karaeng Sigeri (memerintah 1895–1905) dikenal sebagai sosok pemimpin yang teguh dan tidak kenal kompromi terhadap intervensi kolonian belanda pada saat itu. Puncak perjuangannya terjadi pada Peristiwa Rumpa’na Bone pada tahun 1905, di mana beliau memimpin rakyat Bone dalam pertempuran sengit melawan ekspedisi militer Belanda.

Kita bisa melihat bagaimana Perjuangan La Pawawoi Karaeng Sigeri. Kegigihan Melawan Penjajah: Beliau menolak keras pembaruan Korte Verklaring (Perjanjian Pendek) yang diajukan Belanda karena dianggap merugikan martabat dan kedaulatan Kerajaan Bone.

Kepemimpinan di Medan Perang: Meskipun memiliki keterbatasan persenjataan dibandingkan pasukan KNIL, beliau bersama putranya, Besse Kajuara dan Andi Mappanyukki, tetap memimpin perlawanan gerilya yang merepotkan pasukan kolonial.
Keteguhan dalam Pengasingan: Setelah tertangkap, beliau diasingkan ke Bandung (Jawa Barat) pada tahun 1905 hingga wafatnya pada 1911. Pengasingan ini tidak sedikit pun melunturkan martabatnya sebagai simbol perlawanan rakyat Sulawesi Selatan.

DPK KEPMI Bone La Pawawoi UNM :
"Pengusulan ini bukan sekadar mengejar status formal, melainkan upaya menjaga ingatan kolektif bangsa akan nilai-nilai Ade’ Pangadereng dan semangat pantang menyerah. La Pawawoi Karaeng Sigeri adalah representasi dari karakter pemimpin yang menempatkan kehormatan bangsa di atas kepentingan pribadi," ujar perwakilan panitia pengusul.

Saat ini, tahapan pengusulan dokumen pendukung yang meliputi narasumber sejarah, naskah akademik, hingga bukti autentik perjuangan telah disusun melalui seminar daerah. Dukungan terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari kalangan mahasiswa, budayawan, hingga pemerintah pusat.

Melalui momentum ini, diharapkan generasi muda dapat menyerap semangat patriotisme La Pawawoi Karaeng Sigeri, khususnya dalam menjaga nilai-nilai keadilan dan etika kepemimpinan di era modern.

“_Mabbulo sipeppa, mallilu’ sipakainge, mali’ siparappe, rebba sipatokkong_”

( Tim Red )
Lebih baru Lebih lama

Ads

Magspot Blogger Template

 



 


 

 


 


Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال