Mengenang 23 Thn Kepergian Asmuni Isa Maestro Musik


Radarnusantaracelebes.web.id, Makassar - Dunia musik tanah air dan korps penyiaran nasional, kembali mengenang rekam jejak sosok diera sebelum kemerdekaan yang cukup dikenal dimasanya. Beliau telah tiada sosok nama Asmuni Isa, seorang komposer musik, pencipta lagu, sekaligus pejuang gerilya legendaris yang lahir di Banjarmasin pada 1 November 1919.

Beliau almarhum Asmuni Isa, lahir lebih dari satu abad yang silam dan wafat pada tanggal 1 Januari 2003 lalu. Mengenang kisah hidup sang maestro merupakan potret nyata dari totalitas pengabdian - mulai dari mengangkat senjata bambu runcing di medan pertempuran, berkarier di Radio Republik Indonesia (RRI), hingga akhir hayatnya mendidik talenta-talenta muda di Kota Daeng.


Menembus Pelosok Nusantara Demi Kemerdekaan

i masa mudanya, Asmuni Isa mengambil keputusan besar yang mengubah jalan hidupnya. Beliau rela meninggalkan tanah kelahirannya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk bergerilya bersama rekan-rekan seperjuangannya menembus hampir seluruh pelosok Indonesia. Keberaniannya di medan gerilya menjadi fondasi karakter beliau yang disiplin dan berjiwa nasionalis kuat dan jiwa seninya yang kelak tecermin dalam setiap bait lagu yang beliau gubah.


Mengabdi di Udara Melalui Stasiun RRI (1952 - 1976)

Setelah fajar kemerdekaan berkibar dan situasi negara mulai stabil, Sosok Asmuni Isa melanjutkan perjuangannya lewat jalur diplomasi budaya dan seni. Beliau mulai masuk bertugas pada Tahun 1952 mengabdikan diri di stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) Nusantara IV Ujung Pandang. Di lembaga penyiaran publik inilah beliau menumpahkan seluruh kreativitasnya sebagai pencipta lagu dan penata musik, mengawal dinamika musik nasional hingga resmi memasuki masa pensiun pada Tahun 1976.



Lentera Musik dan Olah Vokal

Dimasa pensiun pada Tahun 1976, tidak menghentikan langkah sang maestro untuk terus berbagi ilmu. Bertempat di kediaman terakhirnya, tepatnya di Jalan Langgau, Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Almarhum Asmuni Isa menghabiskan hari-harinya dengan mendidik serta membina masyarakat yang ingin memperdalam seni musik dan olah vokal. Rumah beliau menjelma menjadi kawah candradimuka bagi para pencinta seni suara yang ingin belajar teknik bernyanyi yang benar langsung dari tokoh sejarah abad ke-20.


Warisan Hangat dalam Keluarga

Di samping dedikasinya yang luar biasa bagi dunia seni dan negara, Almarhum Asmuni Isa adalah sosok suami dan ayah yang penyabar dan penuh kasih. Hingga dimasanya beliau oleh rekan-rekan dan sejawatnya, terutama di Kantor RRI tempat dimana mengabdikan diri menggelar dengan panggilan pak Sabar.

Bersama sang istri tercinta, Almarhumah Fatimah Dg Rica, beliau membangun keluarga yang harmonis di Makassar dengan dikaruniai 7 orang anak. Kehangatan keluarga dan didikan luhur dari rumah di Kecamatan Bontoala tersebut kini menjadi warisan berharga yang terus dijaga oleh keturunan beliau.

Meski demikian, kini beliau telah tiada, melodi perjuangan, petuah musik, dan ketulusan hati Almarhum Asmuni Isa akan selalu menggema di hati keluarga, rekan sejawat dan para murid, serta dunia musik Indonesia yang pernah disentuh oleh kejeniusannya.


Filosofi dan Kalimat Bijak Sang Maestro Seni Musik

Bagi Almarhum Asmuni Isa, seni suara adalah cerminan dari kejujuran watak seseorang. Kepada istri, ke-7 anaknya, serta para murid setianya, beliau selalu menanamkan prinsip hidup yang mendalam:

"Bernyanyi itu bukan sekadar membunyikan lirik, tapi menyuarakan kejujuran hati. Jika hatimu tulus, maka nadamu akan sampai dan menetap di jiwa yang mendengarnya."

Beliau juga selalu memberikan motivasi tentang pentingnya konsistensi dan tidak takut menghadapi kegagalan dalam proses kehidupan:

"Dalam musik, nada yang sumbang bisa diperbaiki dengan latihan. Begitu pula hidup, kesalahan adalah cara kita belajar untuk menemukan harmoni yang sejati. Jangan pernah lelah berproses."

Selamat Jalan Pak Sabar dengan nama besarmu yang dikenal dimasanya " Asmuni Isa " tetap diingat dan dikenang selalu.-

( Rahmat )
Lebih baru Lebih lama

Ads

Magspot Blogger Template

 



 


 

 


 


Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال