Mengenang Profil Asmuni Isa Legend Maestro Yang Terlupakan di Makassar

Asmuni Isa
Legend Maestro Musik dan Pencipta Lagu
Pensiun 1976 di Stasiun RRI (Foto Dokumentasi)

RNCelebes.web.id, Makassar - Almarhum Asmuni Isa adalah sosok seorang pejuang gerilya dan juga komposer musik serta pencipta lagu, sekaligus pendidik vokal (Bernyanyi). senior kelahiran Banjarmasin, 1 November 1919, yang meninggalkan warisan emas bagi dunia musik di Indonesia.

Beliau lahir lebih dari satu abad yang silam dengan perjalanan hidup yang merupakan perpaduan antara dedikasi bela negara, pengabdian di Radio Republik Indonesia (RRI), serta cinta yang mendalam bagi keluarga dan murid-murid setianya. Di akhir hayatnya, sang maestro menetap dan menghembuskan napas terakhirnya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.


Biodata
• Nama Lengkap: Almarhum Asmuni Isa
• Tempat, Tanggal Lahir: Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 1 November 1919
• Profesi & Pengabdian: Pejuang Gerilya, Komposer dan Pegawai Pensiunan RRI, Pendidik Musik dan Olah Vokal
• Nama Istri: Fatimah Dg Rica
• Jumlah Anak: 7 orang anak
• Alamat Rumah Terakhir: Jalan Langgau, Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar

Almarhum Asmuni Isa pernah berpesan melalui salah satunya, bahwa "Bernyanyi itu bukan sekadar membunyikan lirik, tapi menyuarakan kejujuran hati. Jika hatimu tulus, maka nadamu akan sampai dan menetap di jiwa yang mendengarnya."

Beliau juga selalu mengingatkan pentingnya konsistensi dalam perjuangan hidup dengan prinsip yang kokoh: "Dalam musik, nada yang sumbang bisa diperbaiki dengan latihan. Begitu pula hidup, kesalahan adalah cara kita belajar untuk menemukan harmoni yang sejati. Jangan pernah lelah berproses."


Catatan Perjalanan Hidup dan Pengabdian
1. Dari Medan Gerilya Menuju RRI
Di masa mudanya, Asmuni Isa memilih jalan patriotik dengan meninggalkan tanah kelahirannya di Banjarmasin, demi mengikuti kata hati untuk bergerilya bersama rekan-rekannya ke hampir seluruh pelosok Nusantara. Semasa perjuangan fisik, dirinya melanjutkan dharma baktinya lewat jalur seni budaya di stasiun Radio Republik Indonesia (RRI). Di lembaga penyiaran inilah beliau berkarya menciptakan puluhan lagu dan sentuhan melodi hingga memasuki masa pensiun.

2. Pengabdian Abadi: Bermain musik dan membina Vokal dan Musik
Bagi Asmuni Isa, masa pensiun bukanlah akhir dari segalanya. Dari rumahnya di kawasan Bontoala, beliau terus aktif mendidik dan membina generasi muda serta masyarakat umum yang ingin mempelajari teori musik dan teknik olah vokal. Ketelitian dan ketulusannya dalam melatih bernyanyi telah melahirkan banyak talenta lokal yang memiliki karakter vokal yang kuat.

3. Hangatnya Keluarga di Tanah Makassar
Di balik layar perjuangan dan dunia seni, beliau adalah sosok kepala keluarga yang tangguh. Bersama istri tercinta, Fatimah Dg Rica yang juga sudah wafat, mereka membangun bahtera rumah tangga yang harmonis dan dikaruniai 7 orang anak. Kediaman terakhir beliau di Jalan Langgau, Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, menjadi saksi bisu berkumpulnya anak-cucu serta para murid yang menimba ilmu musik langsung dari sang maestro.


Warisan Jiwa Seorang Maestro
Almarhum Asmuni Isa telah tiada, namun nama baiknya tetap dikenang dan abadi. Beliau dihormati bukan hanya sebagai mantan pejuang gerilya atau pensiunan RRI, melainkan sebagai seorang guru kehidupan yang mengajarkan bahwa nada, lirik, dan suara adalah media terbaik untuk mencintai tanah air dan sesama.

( Rahmat )
Lebih baru Lebih lama

Ads

Magspot Blogger Template

 



 


 

 


 


Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال